Konsultasi dan spesifikasi produk
Tahap awal digunakan untuk memahami tujuan penggunaan produk, identitas visual, karakter pengguna, kuantitas, dan target pengerjaan.
Setiap kebutuhan diterjemahkan menjadi alur produksi yang jelas, mulai dari spesifikasi, pemilihan material, pengerjaan, pemeriksaan, hingga produk siap dikirim.
Produk yang digunakan setiap hari membutuhkan fungsi, kenyamanan, tampilan, dan daya tahan yang sesuai dengan lingkungan penggunanya.
Karena itu, proses produksi dimulai dengan pembahasan kebutuhan secara menyeluruh. Informasi mengenai jenis produk, aktivitas pengguna, pilihan material, desain, ukuran, jumlah, dan target pengerjaan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.
Setelah spesifikasi disepakati, pekerjaan diteruskan ke tahap persiapan material, pembuatan pola, pemotongan, penjahitan, hingga penambahan detail seperti bordir atau printing.
Produk kemudian melewati pemeriksaan sebelum masuk ke tahap finishing dan packaging. Alur tersebut membantu setiap bagian bekerja dengan referensi yang sama selama proses berlangsung.
Tahap awal digunakan untuk memahami tujuan penggunaan produk, identitas visual, karakter pengguna, kuantitas, dan target pengerjaan.
Material dipilih dengan mempertimbangkan fungsi, kenyamanan, karakter visual, kebutuhan perawatan, dan durabilitas produk.
Pola menjadi dasar bentuk produk. Penempatan pola dan pemotongan dilakukan berdasarkan ukuran serta susunan komponen pakaian yang dibutuhkan.
Komponen yang telah dipotong dirakit menjadi produk melalui tahapan penjahitan yang mengikuti bentuk dan konstruksi pakaian.
Logo, nama, nomor, ilustrasi, dan elemen identitas lainnya diterapkan menggunakan teknik yang sesuai dengan desain serta karakter material.
Produk diperiksa dari sisi ukuran, jahitan, kebersihan, detail visual, serta kelengkapan sebelum dirapikan dan dikemas.
Detail akhir setiap proyek mengikuti jenis produk, kebutuhan penggunaan, dan spesifikasi yang telah disepakati bersama.
Kemeja, polo, jaket, workwear, jersey, pakaian sekolah, dan apparel khusus.
Pemilihan kain berdasarkan fungsi, kenyamanan, tampilan, dan kebutuhan penggunaan.
Penyesuaian warna produk dengan identitas perusahaan, institusi, atau organisasi.
Rentang ukuran dan size chart disusun berdasarkan kebutuhan pengguna.
Penerapan logo, nama, atau identitas menggunakan teknik bordir.
Grafis, ilustrasi, nama, dan nomor disesuaikan dengan desain produk.
Saku, resleting, kancing, manset, label, dan detail fungsional lainnya.
Pengemasan dan pengelompokan produk sesuai kebutuhan distribusi.
Sampel dan pilihan final akan dibahas sesuai kebutuhan produk serta ketersediaan material pada saat proses pemesanan.
Mempertimbangkan tampilan rapi, kenyamanan, dan penggunaan dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Dipilih dengan mempertimbangkan mobilitas, durabilitas, dan lingkungan penggunaan produk.
Mengutamakan mobilitas, kenyamanan, sirkulasi, dan karakter visual dari apparel olahraga.
Pemilihan dapat mengikuti konsep desain, acara, komunitas, promosi, dan kebutuhan lainnya.
Titik pemeriksaan disesuaikan dengan jenis dan spesifikasi produk. Temuan yang membutuhkan perapian akan dikembalikan ke tahap terkait sebelum pengemasan.
Proses yang jelas membantu setiap pihak memahami apa yang dikerjakan, kapan diperiksa, dan hasil apa yang harus dicapai.